Cerita Lain Tentang Kemerdekaan


indonesia-siap-perang

Jika masih tersisa air mata
Tumpahkan dengan seluruh tangis
kanak-kanakmu
Karena kalimat-kalimat penyesalan
Dan dendam berkepanjangan
Takkan mengurangi rasa sakit para korban
Anakku,
Di negeri ini ribuan petani
yang terusir dari sawah ladangnya
rumah-rumah ditenggelamkan
dan dibongkar paksa
orang-orang tak berdaya yang tertembus peluru
tepat dijantungnya
tak lagi menjadi berita duka
karena ucapan bela sungkawa
bukan untuk jutaan orang tanpa nama
anakku,
belajarlah bicara tanpa harus bersuara
agar engkau tak usah berurusan dengan penjara
dengarlah jerit kesakitan tanpa melalui telinga
saksikan perampokan dan ketidakadilan
dengan membaca bukan dari kata-kata
rasakan tiap detik terjadi perampasan hak
dan pemasungan tanpa dosa
(di Kedungombo. Di Tanah Merah. Di Rancamaya Di Blangguan. Di Kampung Sawah. Di Bendungan Hilir. Di Nipah. Di Muria dan di pojok nuranimu sendiri Kemanusiaan dan keadilan telah direndahkan Oleh bahasa pembangunan)
Maka pada setiap tidurmu, anakku
Mimpikan satu kata tentang kemerdekaan
Dan hingga bangun pagi
Jangan kau lepaskan.

Oleh Angger Jati Wijaya dalam kumpulan puisinya “Kabar dari Negeri yang Terbakar” (Yogyakarta-indonesia, 1994-1995)

One thought on “Cerita Lain Tentang Kemerdekaan

  1. aoi Nh says:

    keren banget puisinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s