Tentang Mata


168834_460654673953070_201924456_n

Mata kejora! Mata kejora!
Mata kekasih dalam dekapan malam.

Dalam kehidupan yang penuh mata bisul
hatiku meronta ditawan rangkaian mata rantai.
Sawah gersang tanpa mata bajak.
Mata gergaji merajalela di rimba raya.
Mata badik memburu mata uang.
Mata kail termangu tanpa umpan.

Mata angkur! Mata sangkur!
Mata sangkur menghunjam ke mata batin.
Mata kejora! Mata kejora!
Mata kekasih dalam dekapan malam.

Padang rumput termakan mata api.
Tetapi, kekasihku,
di dalam kalbuku yang murung ini,
engkaulah mata air pengharapanku!

(Cipayung Jaya, 6 November 1998)

oleh W.S. Rendra dalam kumpulan puisinya “Doa untuk anak cucu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s