Kiamat di Hari Kamis


????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Hari Sabtu ini malaikat akan mencabik baju di dadanya sendiri
payudaranya akan menyumbul seperti kecambah kacang
yang baru berumur tiga hari
para darwis akan menyembunyikan dirinya dalam firman
khatib Jumat akan memukul-mukul mimbar
menangisi waktu yang akan selesai:
di hari Kamis ini kiamat akan datang
aku suka membenturkan kepalaku ke lantai
pada keningku tumbuh sebuah karcis ke surga
seperti jika kita menonton konser musik di kota
ada ingatan yang terus robek di kepala siapa saja
aku tak menyiapkan kapal untuk banjir besar yang akan datang
hari Minggu ini hujan deras akan turun
kau akan berhenti ke gereja
hari ini hari Rabu yang cerah
kalender Masehi akan merayakan paskah
tukang pos membawa surat dari neraka
sebentar lagi akhir dunia, hamba lata!
seorang pastor kehilangan jemaah di gereja
aku minta pengampunan pada ibuku
asu, Tuhan ada di antara kerampangmu
ibuku marah-marah pada sebuah kopiah di kepalaku
seorang haji pulang dari Makkah pada hari Senin pagi
aku mendapat jatah kurma dan sekerat doa berkarat
hari Selasa langit tersibak kabut yang bergumul
dengan hari lalu yang bagai jaring laba-laba
aku terperangkap bagai nyamuk hilang daya

oleh Deddy Arsya, tinggal di Sumatera Barat. Buku puisinya, Odong-odong Fort de Kock (2013). (Tempo. Minggu, 16 Maret 2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s